Proyek Talud Jalan Lumajang-Grati Rp148 Juta 'Terancam' Pondasi Tergenang Air
![]() |
| Foto : Lokasi proyek di Desa Grati yang menjadi sorotan. |
SUARASATUNEWS.ID, Lumajang — Proyek pembangunan talud penahan tanah di ruas Jalan Lumajang-Grati, Kecamatan Sumbersuko, yang menelan anggaran Rp148.335.166,00 dari APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2026, memunculkan kekhawatiran serius.
Pekerjaan yang dikerjakan CV. Lentera Alam ini diketahui pondasinya tergenang air — kondisi yang menurut prinsip rekayasa sipil sangat dilarang karena dapat merusak kualitas struktur.
Berdasarkan dokumen kontrak bernomor 000 32/6164.PEMB.TLD/42756/2026, proyek ini direncanakan rampung dalam 120 hari kalender. Namun di lokasi pekerjaan, genangan air tampak mengisi parit galian pondasi tempat struktur penahan tanah akan didirikan.
Pelaksana Beralasan, air dari Luar
Jo (panggilan akrab), perwakilan pelaksana di lokasi, menjelaskan kondisi tersebut.
"Air yang menggenang itu bukan dari kebocoran atau kesalahan kerja, melainkan berasal dari aliran air di sebelah lokasi proyek," ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Pondasi Basah Mengancam Kekokohan Bangunan
Meski demikian, kondisi ini tetap memicu sorotan. Sumber yang memahami teknis konstruksi mengingatkan, genangan air saat pengecoran dapat mengencerkan campuran semen, melemahkan daya dukung tanah, hingga mempercepat korosi tulangan baja.
"Pondasi adalah kaki bangunan. Jika sejak awal berdiri di atas air, kekuatan struktur tidak akan mencapai standar yang direncanakan. Risiko amblas atau retak dini sangat besar," ungkap sumber tersebut.
Belum Ada Tanggapan DPU-TR
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Lumajang selaku pemilik proyek, maupun CV. A2R Consultant selaku konsultan pengawas yang ditunjuk untuk memantau kualitas pekerjaan di lapangan.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun memeriksa dan memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar, agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia. (Tim).
