Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisuda Akbar Tartil dan Tahfidz MI Se-Lumajang di Stadion Semeru: Momen Meriah, Haru, dan Penuh Kekhidmatan

Foto : Suasana pelaksanaan di stadion Semeru Lumajang 
SUARASATUNEWS.ID, LUMAJANG – Suasana haru, bahagia, dan penuh kekhidmatan menyelimuti Stadion Semeru Lumajang pada Sabtu (23/05/2026). Sebab, di lokasi tersebut digelar acara puncak Wisuda Akbar Tartil dan Tahfidz Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se-Kabupaten Lumajang. Ribuan peserta, para orang tua, dan para undangan berkumpul menyaksikan momen istimewa pembuktian kemampuan para santri dalam menghafal dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
 
Dalam prosesi wisuda kali ini, para perwakilan peserta secara langsung mengikuti ujian penguji yang dilakukan oleh unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lumajang. Hal ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kemampuan siswa madrasah dalam menguasai ilmu Al-Qur’an. Adapun capaian hafalan yang ditunjukkan para wisudawan beragam, mulai dari penguasaan Juz 30, hafalan 3 Juz, hingga yang mampu menghafal 15 Juz Al-Qur’an.
 
Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtida'iyah (KKMI) Kabupaten Lumajang, Hasan Basri, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa madrasah memiliki komitmen kuat dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Menurutnya, siswa yang bersekolah di madrasah tidak hanya dibekali ilmu akademik, namun juga keimanan yang kokoh.
 
"Siapa pun yang bersekolah di madrasah, kami pastikan lembaga akan membimbing peserta didiknya hingga tuntas secara akademik, tuntas secara spiritual, dan menjadikan mereka ahli Al-Qur’an," tegas Hasan Basri.
 
Ia menambahkan, seluruh Kepala MI se-Kabupaten Lumajang bersatu padu dan siap mendukung visi daerah untuk menjadikan Lumajang sebagai kabupaten teladan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.
 
Namun demikian, Hasan Basri juga menyampaikan harapan dan permohonan dukungan dari Pemerintah Daerah. Ia meminta agar Kabupaten Lumajang dapat mengalokasikan dukungan anggaran yang memadai guna kemajuan dunia pendidikan madrasah, salah satunya melalui pemberian bantuan honor bagi tenaga pendidik Non-Pegawai Negeri Sipil (Non-NIP).
 
"Perhatian pemerintah sangat kami harapkan agar semangat kami mencetak generasi Qur'ani terus terjaga. Salah satu bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan adalah kepastian kesejahteraan guru Non-NIP yang telah berjuang mendidik anak-anak bangsa," imbuhnya.
 
Sementara itu, Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengaku sangat bangga dan tersentuh melihat antusiasme serta capaian para hafidz dan hafidzah yang mengikuti acara wisuda tersebut.
 
Bunda Indah berpesan, kemampuan menghafal Al-Qur’an tersebut harus diimbangi dengan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, generasi muda Lumajang kelak tumbuh menjadi generasi yang Qur’ani, yang tidak hanya mencintai agamanya, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air dan menjunjung tinggi persatuan negara.
 
"Saya sangat bangga melihat putra-putri Lumajang hari ini. Harapan saya, jadilah generasi Qur'ani yang tidak hanya hafal ayat-Nya, namun juga mengamalkannya, cinta agama, serta selalu setia dan berbakti bagi bangsa dan negara," ujar Bunda Indah dengan penuh semangat di hadapan ribuan hadirin.
 
Sebagai informasi, kegiatan akbar ini diikuti oleh lebih dari 4.000 peserta yang berasal dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah yang tersebar di 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang. Selain para siswa, ratusan hingga ribuan wali murid juga turut hadir memadati tribun stadion, menjadikan acara ini bukan hanya sebagai ajang pembelajaran, tetapi juga perayaan keberhasilan pendidikan Islam di Lumajang. (Tim).