Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resmi! Komjen Pol Suyudi Ario Seto Menjabat Kapolri, Jejak Karier dari Lapangan Hingga Pucuk Pimpinan

Foto : Foto: Jenderal Pol (kiri) Suyudi Ario Seto Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan), Kamis (1/10/2026). Sumber : Youtube Setpres.

‎SUARASATUNEWS.ID, Jakarta — Babak baru kepemimpinan Korps Bhayangkara resmi dimulai. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto telah ditetapkan sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

‎Penetapan ini menyusul persetujuan DPR RI dalam Rapat Paripurna yang digelar Kamis (1/10/2026) siang, setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

‎Pencalonan Suyudi diawali dengan Surat Presiden yang dikirimkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan diterima DPR pada 30 September 2026. Ia dijadwalkan dilantik secara resmi sore ini di Istana Negara, Jakarta.

‎Dari Pandeglang Menuju Puncak Bhayangkara.

‎Lahir di Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973, Suyudi adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Jejak pendidikannya terus berlanjut dengan menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.

‎Sebagian besar perjalanan kariernya ditempa langsung di lapangan, khususnya di bidang reserse dan kriminal. Di awal pengabdiannya, ia pernah menjabat Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Tangerang Kota, maupun Polres Metro Jakarta Barat. Namanya juga tercatat sebagai Kanit Jatanras Polda Metro Jaya hingga Kanit Resmob Bareskrim Polri.

‎Pengalaman memimpin wilayah pun tak luput dari riwayatnya. Ia pernah menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan. Kariernya terus menanjak menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

‎Menangani Perkara Besar di Bareskrim & Polda Metro Jaya.

‎Kemampuannya menangani kasus kompleks teruji di Bareskrim Polri, di mana ia dipercaya menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber). Pada 2019, ia dipercaya memegang jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.

‎Saat memimpin Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sejumlah perkara besar berhasil ditangani jajarannya. Salah satunya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, di mana dua pelaku berhasil ditangkap pada Desember 2019. 

‎Tak hanya itu, kasus penyiraman air keras beruntun di Jakarta Barat, pembunuhan yang melibatkan Aulia Kesuma, sindikat penipuan jual-beli rumah mewah, mafia tanah, hingga dugaan praktik penyuntikan sel punca ilegal di Kemang, masuk dalam catatan penanganannya.

‎Memimpin Polda Banten Hingga Kepala BNN.

‎Pada 2023, Suyudi diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya, kemudian dipercaya memimpin Polda Banten pada 2024. Di Banten, ia menghadapi kasus penembakan bos rental mobil di Tangerang pada Januari 2025, sekaligus melakukan perbaikan internal dengan mutasi pejabat yang dinilai kurang profesional.

‎Langkah besar berikutnya terjadi 25 Agustus 2025, ketika Presiden melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom. Pangkatnya naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025. 

‎Di BNN, ia berhadapan dengan jaringan narkotika lintas negara, termasuk penangkapan buronan Interpol Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025 — kasus yang terkait penyelundupan dua ton sabu bernilai sekitar Rp5 triliun.

‎Arah Kebijakan: Polisi Bersama Masyarakat.

‎Di hadapan Komisi III DPR, Suyudi mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai arah kepemimpinannya. Ia berkomitmen melanjutkan program-program positif Kapolri sebelumnya, dengan penekanan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penanganan laporan masyarakat yang lebih responsif.

‎Setelah mendapat persetujuan DPR, Suyudi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden, pimpinan DPR, Komisi III, serta seluruh elemen masyarakat dan insan Bhayangkara.

‎"Semoga kita semua dapat bergandengan tangan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ucapnya.

‎Kini, seluruh mata tertuju pada langkah-langkah Suyudi memimpin institusi kepolisian terbesar di negeri ini. (Tim).