Forkopimda Lumajang Intensifkan Pemantauan Pantai Selatan Saat Puncak Tradisi Hari Raya Ketupat
![]() |
| Foto : tim |
SUARASATUNEWS.ID, Lumajang – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang melaksanakan pemantauan langsung ke sejumlah objek wisata pantai selatan pada puncak Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang memadati kawasan wisata dalam rangka tradisi Lebaran Ketupat.
Dandim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa tradisi mandi di pantai selatan merupakan budaya turun-temurun masyarakat Lumajang yang memiliki makna spiritual mendalam. Tradisi tersebut diyakini sebagai bentuk pensucian diri serta simbol peleburan dosa yang dilaksanakan pada puncak H+7 Idul Fitri atau Hari Raya Ketupat.
“Tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Forkopimda bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman tanpa mengurangi nilai budaya yang ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemantauan ini difokuskan pada upaya menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan yang memadati kawasan pantai selatan. Momentum H+7 Lebaran yang berlangsung pada 27 hingga 29 Maret 2026 diprediksi menjadi puncak kunjungan masyarakat ke destinasi wisata bahari.
Sejumlah titik wisata yang menjadi perhatian antara lain Pantai Bambang, Pantai Watu Pecak, serta Pantai Mbah Drajit. Di lokasi tersebut, aparat gabungan dari TNI-Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait disiagakan secara penuh.
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan fokus pada pencegahan kecelakaan laut, khususnya risiko wisatawan terseret arus atau tenggelam. Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap mematuhi aturan keselamatan, termasuk tidak berenang di zona berbahaya.
Kegiatan pemantauan ini mencerminkan sinergitas kuat antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan tradisi Hari Raya Ketupat di Lumajang dapat berlangsung khidmat, aman, dan tetap menjadi warisan budaya yang lestari. (Tim).




