Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Didatangi Tim 'APIP' Kades Barat - Lumajang 'Menghilang'

Foto : Pemdes Barat nampak dari depan

SUARASATUNEWS.ID, Lumajang - Sengkarut tata kelola pemerintahan Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, berpotensi masuk ke ranah hukum.

‎Didatangi tim APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) gabungan antara Inspektorat dan Tipidkor Satreskrim Polres Lumajang kemarin, Kepala Desa Barat Effendi Yulianto, tak berani menunjukkan batang hidungnya.

‎Petugas kala itu ditemui staf desa. Aditya perwakilan Inspektorat Lumajang mengiyakan. Dari sekelumit persoalan yang mendera internal pemdes Barat, pihaknya mengindikasikan ada kerugian negara dan nilainya fantastis.

‎"Kita tidak bisa bertemu dengan kepala desa. Namun, kita sudah periksa beberapa dan indikasi kerugiannya fantastis," ucap Aditya, dilansir dari laman memoonline.co.id

‎Kepala Desa Barat Effendi Yulianto diketahui sulit dikonfirmasi terlebih ditemui, pasca ada upaya pihak dan media, mendalami indikasi pelanggaran hukum yang ada.

‎Bahkan dihubungi melalui pesan WhatsApp, berujung pemblokiran.

‎Sebelumnya diberitakan, ada beberapa poin polemik yang terjadi di internal Pemdes Barat, diantaranya :

‎1. Pengadaan makam umum. Menurut warga mulanya kades menarik iuran, akan tetapi tak kunjung terealisasi, sehingga warga merasa ditipu.

‎2. Pengelolaan TKD (Tanah Kas Desa) yang tidak transparan. Muncul kegaduhan, banyak pihak yang mengklaim penggarapan. Diduga tanah kas desa disewakan ke beberapa pihak, untuk keperluan pribadi sang kades.

‎3. Honor atau gaji perangkat yang diakui sejumlah sumber (perangkat -red), belum diberikan. Berujung pada terhambatnya akselerasi perangkat untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

‎4. Pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan. Diduga tak terealisasi dengan baik. Warga menyebut minim pembangunan infrastruktur, dan kondisi itu, menghambat pertumbuhan sektor UMKM.

‎5. Dugaan pungutan liar dalam tahapan perekrutan perangkat dan staf desa.

‎Terpisah, Kanit Tipidkor Polres Lumajang Aipda Irwan Lukito Hadi menjelaskan, kedatangan tim APIP tepatnya, Selasa kemarin.

‎Kata Irwan, dalam rangka menindaklanjuti dugaan-dugaan. Disinggung kerugian negara yang diindikasikan inspektorat Lumajang, Irwan mengatakan pihaknya belum menerima. ''Masih indikasi dan kami kemarin cek ke lokasi, investigasi," ulasnya.