Malam Barik'an 17 Agustus Penuh Makna, Tiga Tokoh Warga Dusun Curah Pakem Diberi Penghargaan
![]() |
| Foto : Ke tiga tokoh memegang tanda penghargaan, Cak Muji (mengenakan batik coklat), Ust. Samsul (mengenakan songkok biru) dan Dedet (mengenakan kemeja kotak-kotak) |
Warga berkumpul melaksanakan acara Malam Barik'an dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Selain doa bersama dan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan, momen malam itu menjadi semakin istimewa dengan pemberian penghargaan dan pengakuan kepada tiga tokoh warga yang dinilai telah banyak berkontribusi dan menjadi teladan di lingkungan dusun. Penetapan ketiga tokoh ini bukan atas penunjukan sepihak, melainkan hasil musyawarah warga yang telah disepakati bersama sebagai bentuk apresiasi dan teladan bagi seluruh warga.
Ketiga warga yang ditokohkan tersebut adalah:
1. Bapak Matmuji — atau akrab disapa Cak Muji, diakui sebagai tokoh yang sangat peduli terhadap lingkungan dalam segala aspek. Kepeduliannya terlihat dari perhatiannya yang tulus menjaga kebersihan, keindahan, serta kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Semangatnya menjadi dorongan agar warga senantiasa menjaga lingkungan sebagai cerminan kehidupan yang sehat dan bermartabat.
2. Ustadz Samsul A, diakui sebagai tokoh agama di dusun setempat yang senantiasa aktif menjadi imam dan membimbing warga dalam kehidupan keagamaan. Keteladanannya dalam menegakkan ibadah, membimbing anak-anak hingga orang tua, serta menyebarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan menjadi cahaya penuntun bagi kehidupan bermasyarakat di Dusun Curah Pakem.
3. Bapak Dedik Hermawan / Dedet, diakui sebagai tokoh penggerak pemuda dan pemudi. Langkah dan semangatnya dalam membina, mengarahkan, serta menggerakkan generasi muda agar tetap bermanfaat, berbakti, dan berkarya untuk desa menjadi harapan sekaligus kekuatan bagi masa depan dusun tercinta.
Ketua Panitia Pelaksana, Hermanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bukan sekadar bentuk perhatian, melainkan pengakuan tulus dari hati warga.
"Ketiga nama yang kami sebutkan malam ini adalah pilihan dan kesepakatan kita semua, hasil musyawarah warga. Mereka dipilih bukan karena kaya atau berpangkat, melainkan karena ketulusan hati, kesetiaan, dan pengabdian yang nyata telah mereka berikan kepada dusun ini. Semoga menjadi teladan bagi kita semua," ujar Hermanto.
Sementara itu, Misnayu selaku Ketua RT 01 yang kediamannya menjadi lokasi acara, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh warga. Beliau berharap semangat kemerdekaan yang dirayakan malam ini dapat terus diwujudkan dalam persatuan, gotong royong, dan saling menghargai sesama warga.
Acara Malam Barik'an pun berjalan dengan penuh kekeluargaan, diakhiri doa bersama agar semangat kemerdekaan senantiasa menguatkan persaudaraan warga Dusun Curah Pakem, dan semoga ketiga tokoh yang dihormati senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan untuk terus mengabdi bagi kemajuan desa tercinta. (Tim).
